Helvy Tiana Rosa

Posted on 02. Dec, 2008 by admin in Profil Penulis

Helvy Tiana RosaHelvy Tiana Rosa was born in Medan, April 2nd, 1970. She has been writing poetry and short stories since 1979. She has written more than 40 books. Her short stories have been translated into English, Arabic, French, Germany, Japanese, Swedish, etc. Her story, Jaring-Jaring Merah (The Red Net) has been chosen as one of the best short stories in the decade of 1990-2000 by Horison Magazine, a prestigious literary magazine in Indonesia.

After completed her bachelor and master’s degree in literature from University of Indonesia (UI), Helvy has been teaching literature at Dept. of Indonesian Language & Literary at State University of Jakarta (UNJ). She is also a member of Majelis Sastra Asia Tenggara (the Southeast Asia Board of Literature) and a Chief Executive Officer at Lingkar Pena Publishing House. Helvy often represents Indonesia in literary events, both at home and abroad.

In 1991-2001, Helvy worked as a managing editor and then Editor in Chief of Annida Magazine–a famous Islamic teen magazine in Indonesia.

In 1990-2003, she founded Teater Bening, an all-female Islamic teatre Group in Indonesia. Helvy is the founding member of Forum Lingkar Pena (FLP) a writers group established in 1997. FLP now has more than 7,000 members and until 2008 has published more than 1000 book titles together with more than 50 publishers. FLP has branches in more than 125 cities across Indonesia and abroad.

In 2003-2006 Helvy was a member of the Literary Committee at Dewan Kesenian Jakarta (The Jakarta Arts Council).

Now she is living in Depok, Jawa Barat, Indonesia with her husband Tomi Satryatomo, a journalist, and their lovely children: Abdurahman Faiz (12), a young poet, and Nadya Paramitha (1). Her new book, Bukavu (Lingkar Pena Publishing House) launched on Mei 2008.

Honors and Awards:

2008: Indonesian Inspiring Woman by Tabloid Wanita Indonesia
2008: Helvy brought Forum Lingkar Pena (FLP), a non profit organization which she established 11 years ago, to get Danamon Award 2008, a national award to recognize individual & groups who have significant contribution to the society.
2007: Indonesian Woman Icon by Gatra magazine
2007: Nominee in Indonesian Distinguished Award, in Arts & Culture, from XL
2006: Islamic Book Fair Award as Book Distinguished Person from IKAPI (The Association of Indonesian Publisher)
2006: Eramuslim Award as Literary Distinguished Person
2006: Distiguished Indonesian Islamic Woman by Alia magazine
2004: Award for Distinguished Indonesian Woman by Tabloid Nova and the Ministry for Women Empowerment
2004: Ummi Award, from Ummi Magazine
2002: Lelaki Kabut dan Boneka (Dolls and The Man of Mist) was judged as the best short story collection and won Pena Award
2000: One of Ten Prominent Indonesian Women Figures by Amanah Magazine
2000: ‘Jaring-jaring Merah’ (the Red Nets) was selected as one of the best short stories in a decade by literary magazine: Horison
1992: “Fisabilillah” won in Iqra National Poetry Contest, judged by HB Jassin, Sutardji Calzoum Bachri, and Hamid Jabbar

44 Comments

ummu hani

04. Dec, 2008

Assalamualaikum,
Buat Mbak Helvy, kesempatan bertemu di suatu petang hujan di UKM, Malaysia sehingga kini menyejukkan jiwa saya untuk maju seperti mbak! Moga terus diberi kekuatan, diberkahi perjalanan hidup, melahirkan ramai penulis bernuansa dakwah.AMIN

Ummu Hani

Mariana

23. Dec, 2008

Mimpi untuk jadi penulis seperti mba Helvy telah membuat kepala saya penuh dengan cerpen2 dan novel2 yg telah berlangsung selama bertahun2.Tapi sayang ada hal yg membuat imajinasi yg siap tertuang itu terhalang dan hanya tersimpan di kepala saya saja.Mohon doa dan dukungannya agar kelak batu penghalang itu lebur dan saya pun bergabung di flp.i hope…

Amalia

23. Dec, 2008

Asalamualaikum,
Salam kenal. Saya lebih dahulu kenal Faiz daripada bundanya. Buku puisi Faiz itu saya bacakan untuk anak saya dan sayalah yang menangis haru ketika membaca bait demi bait puisi itu. Indah sekali… Begitu saya mengenal Bunda Faiz, saya tidak heran dari mana penyair cilik itu mendapatkan kehalusan rasa dan budinya. Beberapa kali saya sudah mengikuti seminar yang menampilkan Anda sebagai pembicaranya. Terakhir, seminar hari Ibu di Pusat Bahasa kemarin (23 Des.) Anda begitu bersemangat dan very inspiring… Meskipun saya belum pernah mencoba menulis serius, tapi saya akan mencoba terapi stres yg baru Anda perkenalkan itu. Terima kasih ya atas informasinya. titip salam sayang untuk Faiz.. Wassalam

Wamdi

25. Dec, 2008

Budaya Baca Penulis

Oleh: Wamdi*

“Kalau engkau sendiri malas membaca, bagaimana engkau menyuruh orang lain rakus membaca tulisanmu”(M. Fauzil Adhim)

Beberapa waktu lalu saya diminta sebagai MOT (Master Of Traning) pada Dauroh Marhalah (DM) I KAMMI komisariat UIN Suska, waktu itu saya sempat bertanya pada peserta siapa yang punya jadwal membaca buku setiap harinya. Alhamdulillah dari 140 lebih peserta hanya 3 orang yang mengacungkan tangan, akhirnya saya cuma berkomentar, “Oke! Sekarang hanya tiga orang yang punya agenda baca buku setiap harinya, tapi setelah selesai traning besok antum harus men-jadwalkannya, karena tak ada cerita kader KAMMI malas baca buku.”

Namun, terlepas dari itu semua ini adalah indikasi betapa rendahnya budaya baca kita, bahkan telah menjalari kaum intelektual. Dan belum ada kabarnya sebuah bangsa akan menjumpai peradabannya selama membaca tidak me-masyarakat. Karena ketika kita menceritakan bangsa-bangsa besar, sesungguhnya pada saat yang bersamaan kita sedang menyelami ide-ide besar, dan ide besar hanya akan terlahir dari rahim si melek baca. Mereka memang tidak bertatap muka dengan pendahulunya secara fisik, tetapi mereka telah melakukan komunikasi lewat karya, sehingga menyelinaplah pesa-pesan moyang mereka ke sanubari dan dengan itu mereka mempertimbangkan langkah di masa yang akan datang. Atau apa yang dikatakan Seno dalam bukunya ‘Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara’ masih pantas di sematkan pada kita? “Masyarakat kami adalah masyarakat yang membaca hanya untuk mencari alamat, membaca untuk mengetahui harga-harga, membaca untuk melihat lowongan pekerjaan, membaca untuk menengok hasil pertandingan sepak bola, membaca karena ingin tahu berapa persen discount obral di pusat perbelanjaan, dan akhirnya membaca subtitle opera sabun di televisi untuk mendapatkan sekedar hiburan.”

Baiklah, kalau di ruang sana mereka masih menyedihkan rendahnya budaya baca penghuninya, maka sejatinya penulis telah lama hengkang dan tak berhasrat lagi meliriknya apalagi mendiami kembali. Bagi mereka membaca bukanlah pelepas tanya orang yang ingin mengetahui hobby-nya, karena membaca telah masuk pada deretan kebutuhan primer-nya yang ia hajatkan setiap hari, cuma bedanya kalau makan dan minum dilakoninya sejak bayi, maka membaca baru digelutinya setelah bercengkrama dengan berbagai bentuk huruf.

Dengan membacalah Najib Kailani berhasil menulis setting Jakarta lewat novelnya Gadis Jakarta walaupun dia belum pernah menjejakkan kakinya ke negeri ini. Atau Roidah novelis Sumbar yang menulis Mardigras, walaupun ia belum ke New Orleand, ia hanya mengenalinya lewat literature-literatur saja. Lewat membaca jugalah seorang anak bisa menceritakan pengalaman liburannya ke Afrika, di sana dia berkunjung ke desa-desa pedalaman, menyusuri hutan belantara, padahal dia hanya membaca novel warisan karya Himunyaga-Phiri, dia bercerita tentang Jepang lewat Daerah Salju karya Yatsunari Kawabata, bercerita Mesir dengan hanya membaca Lorong Midaq karya Naguib Mahfouz.

Maka, membaca adalah gizi bagi pertumbuhan para penulis, ketika terbetik ke-engganan membaca sesungguhnya dia mengimpikan busung lapar yang akan meggrogoti kreativitasnya. Kalau menulis kita ibaratkan kran yang mengeluarkan air, maka membaca adalah tangkinya. Kran-nya akan tetap mencucurkan air selama air di tangkinya masih ada, namun sewaktu air di tangki menipis dan kosong, maka yang di temui hanya tetesan yang berujung kenihilan.

*Ketua FLP wilayah Riau

Iman

25. Dec, 2008

kami mesti belajar ke mbak helvy

yoga

25. Dec, 2008

assalamualaikum . . .

Bisa mempublikasikan novel saya adalah mimpi yang masih membeku di kepala saya. Menunggu untuk dicairkan menjadi kenyataan. Bergabung dengan FLP juga merupakan angan saya. Tapi akankah itu terwujud??? he he he he

kunjungi rumah sederhana saya di http://bayusmart.wordpress.com

Veronica Widjaja

04. Jan, 2009

Slamat pagi mbak Helvy
Salam kenal dari saya, Veronica yang biasa dipanggil Inneke
week end kemarin saya sempat selintas melihat profile mbak di Trans 7 dalam acara She Can …. tapi tidak bisa serius nonton karena udah siap mau jalan.
Kalau gak salah, mbak punya taman bacaan ya ? Mau gak majalah dari kantor saya, walaupun bukan edisi baru ?
Gini, mbak….
Saya bekerja di penerbangan Qatar Airways yang menerbitkan majalah yang berisi bermacam artikel baik yang umum maupun khusus soal penerbangan,(seperti destinasi baru, armada pesawat dll).Disajikan dalam 2 bahasa : Inggris dan Arab dan terbit setiap bulan dengan kualitas gambar, kertas dan kondisi majalah yang sangat baik (glossy papper) ukuran sekitar 21 x 28cm, 140 halaman Sekarang edisi lama yang tidak terpakai, mulai menumpuk dan memakan tempat di gudang.Dari pada terbuang percuma, lebih baik saya berikan majalah ini bagi yang membutuhkan.
Karena majalahnya memang berkualitas bagus dan sayang kalau dibuang gitu aja (biasanya di-kilo-in sama OB), saya memberanikan diri untuk menawarkan ke mbak. Apabila mbak berminat, mohon beri tahu saya via email jadi saya dapat mempertanggung jawabkan pemberian majalah iini ke kantor saya.
Tapi mohon maaf mbak, saya belum tentu bisa mengirimkannya ke tempat mbak.
Terima kasih atas perhatian mbak

salam
Inneke

ida

06. Jan, 2009

Ass …. mbak helvy…
Saya cuma ibu rt, tapi kalo lagi mood seperti sekarang, saya suka banget nulis.Kemarin alhamdulillahnya saya nonton profil mbak helvy di trans7, dan itu makin bikin mood saya semangat untk nulis. Tapi maaf, mungkin memang saya kelelahan mencari cara untuk bergabung dgn flp lewat website yg udah saya pantengin dari tadi jam 8 ditemani anak batita saya yg udah ribut mau bobok, mohon mbak bisa bantu saya untuk saya bisa bergabung di flp. Apa saya harus datang kekantor flp di daerah tempat tinggal saya di medan ( dimana alamat lengkapnya )atau saya join by mail, atau gimana mbak..? please answer me and help me …
dan kalo saya punya cerita, saya pengin mbak baca ( siapa tau bisa dipublikasikan , seperti mbak bilang di TV kemarin ), bisakah… ?
maaf kalo saya merepotkan.
Terimakasih ya mbak…

bunga

12. Jan, 2009

mbak helvy, kayaknya aq harus banyak belajar nich dari mbak. oh ya mbak, minta contak personya ya, kirim lewat emailq ja. makasih…

Muflih

23. Jan, 2009

Mbk Helvy, saya masih ingat ketika ada wawancara di RRI Nasional beberapa bulan yang lalu.
Saya sangat terkesan dengan dialog yang berlangsung ketika itu, dan saya sempat merekamnya.
karena begitu jarangnyai saya bisa mendapatkan informasi seputar tulis menulis secara langsung dari ahlinya.
Sayangnya, file rekaman itu hilang entah kemana. Padahal, ingin saya tulis menjadi bahan postingan diblog pribadi saya.

nurdai

27. Jan, 2009

aku kepingin jadi penulis seperti mbak helvy, tapi gimana ya caranya? aku juga pengen gabung jdi anggota forum lingkar pena, tapu aku orang daerah (pasuruan-jawa timur) apa bisa? balas lewat e-mail ya?

rangga prasetya

28. Jan, 2009

assskum mba helvy salam kenal ya?afwan mba ana boleh tau e-mail mba nga? mba bkenapa ya saya perasaan kesepian bangetz hidup di dunia ini saya ingin banget jd anggota FLP mba tau nga FLP di jakarta alamat nya tau nga ?saya ingin banget ke sana .mba pengen nanya gmn caranya menghilang kaN sifat feminim pada seorang cowok.mungkin itu aja makasih ya mba?

icha

28. Jan, 2009

Assalammualaikum wr wb

Salam kenal Bunda Helvy,
Nama aku Icha, aqu seorang wanita dewasa yang berumur 22 tahun. Buku pertama bunda yang aku baca adalah Catatan Penikahan yang sangat bagus. Semua perasaan tercampur jadi satu dalam buku itu, kisah suka dan duka yang saling terpaut dapat memebrikan banyak pelajaran bagi aqu. Niat awal aku membaca buku bunda adalah, kaena memang aku hobi menbaca buku. Hanya saja untuk judul Catatan Pernikahan ini, orang lain yang sayang pada ku yang menyarankan untuk aqu membacanya. Orang itu yang berniat akan menikahi aqu. Bunda, Icha mau tanya seberapa keyakinan bunda untuk dapat yakin klo Ayah Tomi adalah pilihan terakhir? Dorongan terbesar yang membuat bunda yakin untuk dapat menikah di usia yang muda dalam keadaan masih kuliah?
Bantu aku ya Bunda, aku ada niat untuk menikah dengan “Dia”.

Wassalam

Isbie

29. Jan, 2009

Assalamu’alaikum wr. wb…
mba helvy.. salam kenal yah. Aku kagum dengan sosok mba helvy. Berharap bisa menjadi penulis seperti mba helvy n teman2 di FLP. Hanya, rasanya tidak pede mengirimkan tulisan saya ke penerbit. mohon arahan n bantuannya mba’….trims

zahRa

05. Feb, 2009

ass..

mbak helvy,,, pengend kaiia mbak…

berdakwah lewatt karya karya gemilang….

andai sajaa…

minthaa trik” nya dunk…

siti

08. Feb, 2009

assalamu’alaikum mba helvy
mungkin kita memang tidak kenal
tp kini saya dan mbak dpt saling mengenal dalam satu hoby yaitu menulis dan membaca
insya allah allah kan wujudkan mimpi saya untuk menjadi sorg penulis besar. amiin
hanya dgn tetap terus berusahalah saya masih terus sanggup bermimpi besar
saya hanya tinggal menunggu siapa yang akn menjadi perantaranya
wassalamu’alaikum

nisrina

21. Feb, 2009

Assalamu’alaikum.
Salam kenal, ya, Mbak.

Semoga di Indonesia makin banyak penulis-penulis buku bermutu kaya’ Mbak Helvy.

Wah, jadi pengen kaya Mbak Helvy, nihh..
Kasih triknya, dan mohon do’anya, mbak, biar gak mandek dan cita” saya u/ jadi penulis besar dan bermutu bisa tercapai.

owie

24. Feb, 2009

Bismillah Jiwa Rindu…
Bismillah Aku MencariMu…

Sekuntum bunga di tepi telaga
Ku tatap indah dari kejauhan
Pesonamu Bunda sungguh terasa
Walau tak tahu dan jauh nian…

Assalamu’alaikum Bunda Helvy,
Semoga kasih sayang Allah senantiasa menyertaimu untuk terus meniupkan ruh-Nya lewat nafas dari setiap jemarimu.

Perkenalkan, namaku Muhammad Sakhowi, panggilanku tiga huruf paling belakang. Aku tinggal di Serang Banten. Sekarang alhamdulillah masi kuliah semester akhir di FKIP B. Inggris Untirta Serang.

Bunda Helvy yang pandai bercerita, bolehkah aku bercerita? Boleh dooong… masa boleh yah? Kan dibeddong, bukan dibedyah… He…

Suatu sore, tepatnya hari senin kemarin. Aku membaca Risalah Cinta Utukmu yang kupinjam dari seorang sahabat terbaikku. Huruf demi huruf kulewati, lembar perlembar kulalui, hingga sampai pada akhir halaman buku itu yang kurasakan tetap sama. Ada getaran-gataran yang sepertinya membangunkan ruhku yang kerap tertidur. Cerita yang kau sampaikan begitu nyata, sepertinya aku ikut larut dalam kejadian nyata yang Bunda alami. Bahkan sesekali mataku berkaca.

Bunda.. tahukah kau? (pasti gat tau…)
Terakhir kalinya aku membaca karya-karyamu sekitar lima tahun yang lalu. Waktu itu aku masih rajin menulis puisi walaupun pemula. Bahkan sempat sekali aku menulis sebuah cerpen sampai tuntas. Tapi sayang cerpen pertamaku itu hilang bersama buku tulisnya. Selama empat tahun terakhir ini aku pasif menulis puisi, apalagi cerpen. Seperti yang ku bilang tadi, ruhku terlelap berkepanjangan. Tapi Risalah Cintamu telah membangunkannya. Terima kasih ya Bunda atas ketulusan cinta yang kau alirkan…

Jika ada anak yang beruntung,
Abdurrahman Faiz namanya…
Sungguh mulya cintamu agung,
Duhai Bunda Tiana Rosa…

Wassalamu’alaikum Warohmatullah…

Bumi Allah, 24 Februari 2008

owie

24. Feb, 2009

Maaf Bunda, websitenya salah… HI Hi…

owie

24. Feb, 2009

ini dia websitenya. baru aja buat. hee…

eurika

28. Feb, 2009

Assalamualaikum, Mbak Helvy

eurika

28. Feb, 2009

Assalamualaikum, Mbak Helvy
mau konsultasi, ane dulu bercita-cita jadi penulis tapi ayah tidak menyukainya, alasannya buang-buang waktu, dulu ane cukup produktif membuat cerpen dan puisi walaupun tidak pernah dikir tapi ide selalu ada. setelah kuliah dimalang disibukkan tugas kuliah dan dakwah di kampus ane jadi tidak menulis lagi, dan sekarang 5 tahun terlewati, keinginnan untuk menulis muncul lagi, tapi ide sudah miskin, ane merasa ide yang ane pikirkan sudah basi, tidak menarik. beberapa minggu ini ane nyoba lagi menulis dan rasanya ide datang tiba-tiba, ketika ide yang satu belum selesai eh sudah muncul ide yang lain dan menurut ane lebih menarik, akhirnya ane lebih konsentrasi di ide yang baru. ide baru belum selesai muncul lagi ide yang lain dan hal yang sama ane lakukan, pada akhirnya semua ide tak selesai menjadi cerpen. sempat terpikir untuk menggabungkan ide-ide tersebut menjadi satu, tapi sulit. oya bisa minta referensi judul novel-novel yang bisa menambah ilmu ane dibidang tulis menulis. sukron katsiir. wassalamu’alaikum.

iroel

03. Mar, 2009

hay mbak
salam kenal dari aku

ketika aku baca buku mbak bnyk hal-hal yang mudah untuk aku mengerti
dari kehidupan nh. mbak kalau buat cerita ide y dari mana c?
trs kalau lg jenuh ngatasinya gmn?

dan semoga selalu sukses y buat mbak

dea

05. Mar, 2009

Assalamualaikum ….bunda Helvy
salam kenal ya bunda…oh ya bunda dea tau bunda saat dea baca novel bunda yang judulnya hari-hari cinta tiara itu..
bunda menulis cerpen itu sama Mbak Asma nadia ya bunda….
novel bunda itu bagus bangat ceritanya,dea bacanya sampai mau nangis bunda
pokoknya novel bunda top abisss deh
maaf ya bunda kalau dea bicaranya agak ga sopan.

wassalamuaikum.wr. wb

asty

13. Mar, 2009

Assalamualakum wr wb….
Salam kenal bwt mbak helvy!!!
Oy mbek aq ingin sekali seperti mbak helvy, bisa merangkai kata-kata menjadi
sebuah tulisan yang indah, bagus, mudah dipahami dan kaya akan makna….
Doakan aq yaa mbak semoga aq bisa jg menulis seperti mbak helvy!!!
Mohon bimbingannya mbak, klo ada info tentang penulisan dan tips2 yang berguna menurut pengalaman mbak menjadi penulis,,,
tolong qrm yaa mbak k email aq!!! Makasihh mbak… aq doakan smg mbak sukses n ters berkarya.

Pong Sahidy

22. Mar, 2009

Wah cukup lama juga saya tidak nyambangi FLP. Meski ikut mailinglist FLP, saya biasanya hanya cek e-mail.
Sejak buku “Merajut Cahaya” terbit, rasanya saya seperti kehilangan jejak FLP. Saya harus lari terbirit-birit mengejar cahaya kreativitas para sobat di FLP.

Semoga cahaya itu tidak pernah padam.

aneez

24. Mar, 2009

mba helvy, you’re born to be an Islamic artist specially in literary. salam kenal sesama alumni fsui!

sultan Yusuf Iskandar Muda

02. Apr, 2009

Assamuikum
salam kenal

Ery maryana

20. Apr, 2009

Assalamu alaikum …

Mbak Helvy, apa kabar?
Sudah lama saya kita tidak berjumpa Mbak Helvy. Memang saya baru kali pertama ketemu Mbk Helvy tahun 2000. Pada saat meliput kemah budaya 2000 di Parangkusuma, Yogya. Masih ingatkah?
Waktu itu Mbak Helvy ketemu dengan Jony Simanjuntak, Evy Idawati dan sebagainya. Termasuk pendongeng Mas Wes, dari Yogyaj.
Mbak, sudah sembilan tahun ini saya kerja jadi jurnalis di Harian Umum Solopos, sebuah media lokal di Solo. Jika mbak Helvy butuh tulisan tentang anak atau keluarga, saya siap membantu. Kebetulan sekarang saya mengelola rubrik dunia anak dan keluarga. Semoga bisa membantu….

Salam

Ery Maryana

fatira

23. Apr, 2009

boleh donk irim dengan mba Hervy. tp gmn jd seperti beliau,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

fisa

25. Apr, 2009

aku penulis muda yang baru mengenal dunia tulisan. aku sangat mengagumi sosok Helvi Tiana Rosa. aku pengen bisa kayak neng Helvi tapi gimana caranya???

musyahir febriadi

28. Apr, 2009

assalamu’alaikum. wr.wb Mba Helvy kapan bikin novel pembangun jiwanua kayak “ketika mas gagah pergi” dan “manusia-manusia langit”. dan kenapa novel tersebut sudah tidak beredar lagi ditoko buku ya? saya bisa dapatin dimn ya?

Mimy

12. Aug, 2009

Assalamu’alaikum wr.wb.
salam kenal ya Mbak,
Mimy pengen deh bisa diskusi ma Mbak.
bisa ga ya, mimy dapat alamat email Mbak Helvy?

imam

16. Aug, 2009

Assalamu’alaikum wr.wb.
salam kenal ya Mbak,
cuma mo share. saya sering nulis dari saya masih awal-awal kuliah dulu., tapi gak pernah serius “belajar nulis yang baik”, begitu juga dengan pendokumentasiannya.
semenjak hard disk pada Pc saya rusak.., saya dah gak punya coppynya lagi.
yang jadi masalah saat ini ketika saya mo mulai lagi.
jadi susah bener rasanye..,
padahal dulu kalo abis selesai nulis cerita /cerpen.,
temen satu tongkrongan pada nunggu hasilnya. karna menurut mereka tulisan saya seru., lucu., unik., walau agak sembarangan.
kasih input ya mbak..?

Rangga Prayuda Siregar

18. Aug, 2009

Assalamu`alaikum wr wb
Salam kenal .
Mbak Helvy, saya sangat ingin berdiskusi banyak dengan Mbak. Bisa minta alamat Emailnya?

Mimy

13. Sep, 2009

Assalamu’alaikum….
Salam Ukhuwah, mbak.
udah lama saya ingin ngobrol banyak sama mbak. mohon dikirim alamat email mbak ya….
buat mbak skeluarga, moga sehat slalu dan baik di setiap langkah….

wassalam.

dian lamada

07. Oct, 2009

asalamualaikum
bingung neh mau cari FLP palu sulawesi tengah… mau gabung, n mau masaukin puisi2… n novel hehehe. novel jadinya baru 5 bab n dah 2 tahunan nulisnya.molooooooooorrr. jadi mau minta tolong ke mba, mungkin bisa bagi infonya… dimana bisa daftar? gmana caranya… n ngirim naskah dll… niat banget. sayang novelnya vakum… belum tentu bagus seh, tapi kalu ga coba, ya ga mungkin jadi penulis kan mba… syukran…n af1 merepotkan

Name (required)

16. Nov, 2009

assalamualaikum
saya kagum dengan mbak helvy setelah membaca biografi dan beberapa karyanya, ingin langsung punya bukunya tapi di daerah saya jarang sekali buku karya mbak helvy. saya juga mau belajar cara menulis cerpen lewat karya-karya mbak, siapa tau saya bisa menjadi penulis yang baik kayak mbak helvy, hehe.. sering saya coba menulis tapi tidak pernah rampung, padahal kalau saya baca ulang apa yang telah saya tulis terasa bagus, tapi tiba-tiba ide macet dan tidak PD. mohon sarannya mbak ya. syukron wa jazakillahukhoiro. wass.

achoey

30. Nov, 2009

Subhanallah
Dahsyat

luna

13. Dec, 2009

slm kenal ma helvy…
mbk…saya mahasiswi perguruan tinggi di jgj yg sdg mnggarap skripsi.
ada beberapa pertanyaan yg ingin saya ajukan utk mbk.kalau boleh saya ingin memeinta alamat email mbak utk brtanya beberapa hal ttg karya mbk.tlog saya sgra dikbri.
alamat email saya ausyluna@ymail.com.
trma kasih.

moethya

29. Dec, 2009

Assalamu’alakum..

Salam kenal mba ^_^
Saya kagum dengan tulisan-tulisannya mba helvy, dan Saya berharap bisa menjadi seorang penulis yang dikenang, bukan hanya dikenal..

Saya mulai menulis sejak masih SD dan masa-masa produktif Saya waktu masih di SMP.Namun akhir-akhir ini (semenjak masuk SMA) Saya mulai ragu akan kemampuan Saya sendiri..

Mohon saran dan bimbingan dari mba Helvy..
Kita bisa share di e-mail saya moethya12kr@yahoo.com

Maaf mengganggu aktifitasnya..
Syukran ya ukhti..^_^

Wassalamu’alaikum..

fachr ar raazy

16. Jan, 2010

assalamu alaikum wr.wb
salam kenal saya facr ar raazy dari kafila international islamic school jakarta

hallo mbak helvy………………..

saya ingin menanyakan bagaima cara menulis dengan baik, karena saya ingin sekali sepeti mbak helvy menjadi penulis.
terima kasih

nana

16. Jan, 2010

assalamu’alaikum,
mba, msh ingat saya lah?
saya anak MTS yang dulu dapat buku dari mba, wktu festival lomba dan seni siswa nasional di Bandung…
Buku Risalah Cinta yang mba kasih itu keren bnget mba…
Mkasih bnyak yaa…
Mba, saya punya bnyak kumpulan cerpen nih…
cuma mau gabung di FLP gak tau caranya, giman mba?

nana

16. Jan, 2010

assalamu’alaikum,
mba, msh ingat saya lah?
saya anak MTS yang dulu dapat buku dari mba, wktu festival lomba dan seni siswa nasional di Bandung…
Buku Risalah Cinta yang mba kasih itu keren bnget mba…
Mkasih bnyak yaa…
Mba, saya punya bnyak kumpulan cerpen nih…
cuma mau gabung di FLP gak tau caranya, gimana mba?
oya. ini e-mail saya Ircha_liena@yahoo.com
atau mba bisa beri kritik dan saran kumpulan sinopsis-sinopsis cerpen saya di http://www.cerpenisejati.multiply.com
wassalam.

Leave a reply