Klub Novel FLP Bekasi (Pertemuan Pertama) oleh Sakti Wibowo

Posted on 16. Feb, 2010 by Lia Octavia in FLP Mania

KLUB NOVEL FLP BEKASI
[Pertemuan Pertama]

Bertempat di Margahayu Permai, paket kegiatan yang sudah saya sounding ke FLP Bekasi sejak Oktober 2008 ini akhirnya dimulailah…!
Pertama kali saya sampaikan kepada salah satu anggota FLP Bekasi usai soft launching buku How Deep Is Your Love, di Tambun, Bekasi [Ramadhan 2008]. Namun belum mendapat respons. Barulah kemudian respons itu muncul saat ketemu lagi dengan FLP Bekasi di acara rutin mingguan [Unisma Bekasi], Juni 2009. Dan ide ini memulai prosesnya menjadi sebuah paket pelatihan novel yang diselenggarakan secara rutin. Di dalamnya ada proses asistensi bersama sehingga diharapkan semua peserta saling mendukung satu sama lain, mengisi kekurangan yang ada dan saling melengkapi.
Saya lebih suka menyebut kegiatan ini sebagai ‘belajar bersama’ sehingga saya merasa lebih ‘IN’ menyebut ini sebagai KLUB NOVEL FLP Bekasi.

Sejatinya sudah cukup lama saya memikirkan tentang program semacam ini. Berawal dari seringnya saya mendapat pertanyaan yang sama dari tahun ke tahun di tiap seminar, workshop, diskusi, launching… dan apapun namanya yang berkisar masalah proses kreatif menulis. Pertanyaan yang selalu sama: bagaimana memulai menulis, dari mana mendapat ide, bagaimana kalau saya menulis dan mentok di tengah jalan, dsb… dsb…
Kesemuanya itu adalah bagian-bagian dari masa lalu saya, dan sebagian lagi masih saya jalani sampai sekarang, di antaranya: memulai menulis dan mentok. Tentu saja, ada beberapa hal yang saya lakukan saat menghadapi tembok bernama: mentok! Maka jawaban yang saya berikan bisa jadi beragam, karena saya sendiri terus berjalan dan berproses.

KLUB NOVEL ini sebuah program yang saya inginkan mampu membentuk sebuah komunitas yang berfungsi sebagai ‘pembaca pertama’ dari sebuah karya. Saya percaya bahwa sebuah ide akan menjadi kaya saat berinteraksi dengan ide lain. Bahkan di negara-negara yang lebih maju dalam tradisi menulis dan dunia penerbitannya, editor sudah berinteraksi dengan penulis sejak awal buku ditulis. Mereka terlibat dalam diskusi-diskusi panjang sebelum akhirnya lahir sebuah buku. Adapun di Indonesia, kebanyakan naskah sudah jadi, baru diserahkan kepada penerbit, dikomentari editor dan dilanjutkan sampai ke penerbitan, itu kalau penulisnya berbesar hati mengakomodasi masukan-masukan yang diberikan editor. Tak jarang terjadi, penulis enggan merevisi naskahnya sesuai ‘kemauan’ penerbit. Tidak bermaksud membuka polemik tentang tradisi yang ‘kurang kondusif’ ini, hanya saya berharap dengan adanya KLUB NOVEL Bekasi, akan lahir novel-novel dari FLP Bekasi yang diasistensi bersama, dan memiliki kekayaan yang lebih dari sekadar sebuah karya pemula.

Pertemuan pertama sudah dimulai… hari ini!
Dihadiri 11 orang. Sebelumnya yang terdaftar 15 orang. beberapa di antaranya tidak hadir karena keperluan pribadi, halangan orang tua yang sakit, dan ada pula yang tidak ada keterangan. [Hiks...!]
Saya datang terlambat, karena ada skedul acara yang bentrok, akibat perubahan acara dadakan. Dan bertemulah saya dengan 13 ide cantik, embrio dari novel-novel yang akan lahir beberapa bulan lagi [janji!]. Cukup beragam ide yang ‘hadir’ hari ini dan kami sepakat untuk membahas sekaligus membedahnya satu demi satu. Karena waktu yang terbatas, tidak semua ide mendapat ‘kehormatan’ didudukkan di kursi panas. Beberapa yang lain harus rela hanya dibahas sekilas.

Core untuk pertemuan pertama: bagaimana menemukan WILL dalam tiap-tiap ide tersebut. Saya nggak tahu apakah istilah yang saya pakai ini benar atau tidak. Intinya, yang saya maksud dengan WILL adalah semacam kehendak, harapan, keinginan, hal besar yang akan dilakukan, oleh tokoh utama. Ini yang akan menjadi rangka penyusun cerita. Setiap tokoh dalam novel, harus memiliki keinginan untuk mencapai sesuatu. Di mana dalam proses mencapai sesuatu itu, muncul halangan-halangan, naik turunnya semangat, tujuan yang [sempat] berbelok, dan lain sebagainya yang diolah menjadi alur [plot] yang dramatis.

WILL ini yang banyak dilupakan oleh novelis pemula. Dan kami membahasnya dengan sangat seru di pertemuan pertama.
Teman-teman, FLP Bekasi… saya sangat mengapresiasi antusiasme kalian dalam proses diskusi ini. Tetap semangat!

Tags:

Leave a reply