Menulis Lebih Cepat, Lebih Baik, dan Lebih Mudah (10 tips sederhana) oleh Bang Aswi
Posted on 16. Feb, 2010 by Lia Octavia in FLP Mania
Menulis, bagaimanapun akan menjadi profesi yang paling dibutuhkan, apalagi di era teknologi yang semakin maju ini. Sobat baraya bisa mensurvei sendiri pekerjaan apa (dari tingkat manapun) di dunia ini yang tidak lepas dari praktik menulis. Orang-orang yang bekerja di perkantoran, mayoritas akan berkomunikasi dengan fasilitas yang menyediakan perangkat teks seperti email, internet messenger (IM), dan termasuk jejaring sosial yang lagi ngetren saat ini. Suka atau tidak, kemampuan kita untuk saling bertukar ide, berkolaborasi dengan sesama, hingga kemudian berhasil atau sukses, ditentukan oleh faktor kepenulisan secara efektif.
Mungkin bukan sesuatu hal yang baru, tetapi dengan sedikit metode yang berbeda, tulisan Andrew K. Stone yang diambil dari situs Pick the Brain kali ini bisa membuat sobat baraya belajar menulis lebih cepat, lebih baik, dan lebih mudah. Ada sepuluh tips sederhana bagaimana caranya sobat baraya memperbaiki gaya dan karakter penulisan, langsung dari pengarang yang dikenal lekat dengan sisi humanisnya (K. Stone adalah pengarang novel All Flowers Die dan Disappearing Into View yang cerdas menciptakan karakter unik dan ketajaman deskripsi, sehingga layak disejajarkan dengan John Irving, F. Scott Fitzgerald, dan Charles Dickens)
Kesepuluh tips sederhana itu adalah:
1. Buang bagian yang membosankan. Meskipun sobat baraya menulis untuk diri sendiri, tetap perhatikan bahwa sebagai penulis, kita juga adalah pembacanya.
2. Hilangkan kata-kata yang tidak penting.
3. Menulislah dengan semangat dan dengan penuh perasaan. Anggap tulisan sobat baraya itu adalah harta yang paling berharga.
4. Menulislah seperti halnya sobat baraya melukis. “Don’t tell me the moon is shining; show me the glint of light on broken glass,” kata Anton Chekhov.
5. Ciptakan tulisan sesederhana mungkin. Belajarlah untuk menulis beberapa halaman singkat daripada menulis berpuluh-puluh halaman yang tidak berarti. William Strunk Jr. mengatakan, “Vigorous writing is concise.”
6. Lakukan dengan cinta. Sobat baraya bisa memulai menulis pada buku diari, blog, atau catatan kecil di situs jejaring sosial. Lupakan bahwa tulisan itu akan diterbitkan atau ingin dibeli. Yang terpenting adalah tanggapan dari orang lain (baik positif maupun negatif).
7. Belajarlah siap untuk selalu menerima kritikan. Dunia menulis selalu tidak lepas dari tanggapan orang-orang yang membaca karya kita. “You have to know how to accept rejection and reject acceptance,” kata Ray Bradbury.
8. Menulislah setiap saat. Jika sobat baraya telah siap menjadi seorang penulis, menulislah setiap ada kesempatan. Biasakanlah, atau kita tidak pernah jadi apa-apa. Ray Bradbury kembali menegaskan, “Quantity produces quality. If you only write a few things, you’re doomed.”
9. Tulislah apa yang diketahui atau … menulislah apa yang ingin diketahui. Menulislah sebanyak kita membaca. Menulis dan membaca adalah dua aktivitas yang berbeda. Jika kita bosan menulis maka membacalah, dan jika kita bosan membaca maka menulislah. Perulangan kedua aktivitas ini akan membuat otak kita terus bekerja dan bisa menghasilkan ide-ide yang cemerlang.
10. Jadilah pribadi yang unik dan sulit ditebak. Sulit memang, tetapi tidak ada salahnya untuk mencoba dan terus mencoba. Minimal, karya kita akan lebih menarik jika kita mampu membuat cerita yang unik dan sulit ditebak. “Consistency is the last refuge of the unimaginative,” kata Oscar WildeZest.
Memang kesepuluh hal di atas adalah teori belaka dan banyak orang … sudah terjejali oleh teori-teori yang membuat kepala kita ‘mumet’. Intinya, kerjakan dan praktikkan. Menulislah langsung. Bergeraklah. Jika sobat baraya tidak berjalan dari sekarang, percayalah bahwa suatu saat nanti (bahkan sekarang) sobat baraya akan segera tertinggal … jauh di belakang.[]

Leave a reply