[resensi] Strowberry Village Children – Anak-Anak Kampung Stroberi oleh Erawati Tf

Posted on 16. Feb, 2010 by Lia Octavia in FLP Mania

STROWBERRY VILLAGE CHILDREN
Anak-Anak Kampung Stroberi
(Sebuah Resensi)

Penulis : Renny Yaniar
Penerbit : Pustaka Bila-Bila
Tahun terbit : Cet.1, Mei 2009
Jenis : Cerita Anak
Tebal : 44 halaman
ISBN : 978-979-19864-0-3

Renny Yaniar, penulis cerita anak yang telah menulis lebih dari 275 cerita, kembali menerbitkan buku bagi anak-anak Indonesia. ‘Anak-Anak Kampung Stroberi’ disajikan dalam dua bahasa Inggris dan Indonesia.

Kisah dalam buku ini diawali dengan perpisahan Deni dengan Bu Diah, pengasuhnya. Deni adalah seorang anak dengan cacat kaki sejak kecil sehingga harus duduk di kursi roda. Deni sangat sedih dengan perpisahan itu karena Bu Diahlah yang selalu menemaninya di rumah dan di sekolah karena kedua orang tuanya sibuk bekerja.

Di saat orang tuanya bingung karena belum mendapat pengganti Bu Diah, Deni mengusulkan pada orang tuanya agar diijinkan tinggal bersama Kakek dan Neneknya di Villa Stroberi. Meski dengan berat hati karena sebenarnya mereka sangat menyayangi Deni, akhirnya kedua orang tua Deni setuju. Mereka yakin Deni akan baik-baik saja bersama Kakek dan Neneknya.

Mulailah hari-hari Deni yang ditemani Pipo, kucing Angora miliknya, di Kampung Stroberi. Deni mendapat dua teman baru bernama Martina dan Siti yang kemudian menjadi sahabat baiknya. Deni ingin sekali bersahabat dengan Dadang, Dimas dan Atang. Tapi dari ketiganya hanya Dadang yang mau berkenalan dengan Deni. Sebenarnya Dadang juga ingin berteman dengan Deni, tapi dia tidak mau ditinggalkan oleh Dimas dan Atang yang tidak mau bersahabat dengan Deni.

Saat Dadang, Dimas dan Atang akan mencari belut di sawah, mereka meninggalkan Deni begitu saja di lapangan. Dimas mengatakan bahwa Deni tidak mungkin ikut karena Deni tidak bisa berjalan. Ditengah kesedihannya, Martina dan Siti datang, lalu mengajak Deni bermain di kebun stroberi. Kedua sahabat barunya dengan tulus bergantian mendorong kursi roda Deni. Deni sangat senang dan bisa melupakan kesedihannya.

Ketika Dimas dan Atang mengejek Siti yang hobi menyanyi, dengan mengatakan suara Siti seperti suara sapi, Deni dan Martina menghibur dan memberi semangat pada Siti. Mereka meyakinkan Siti bahwa suara Siti bagus. Akhirnya Siti tidak sedih lagi dan tetap memelihara cita-citanya sebagai penyanyi.

Setting cerita dalam buku ini meski tidak digambarkan secara detil, namun sangat mungkin membangun imajinasi anak-anak tentang sebuah desa atau kampung yang indah. Lapangan rumput tempat Dadang dan teman-temannya bermain layang-layang. Sawah tempat mereka berburu belut. Jurang yang indah, meski Deni tidak begitu menyukainya. Kebun bunga Bu Leli. Peternakan. Sungai. Dan tentu saja kebun stroberi milik Pak Haji.

Buku ini juga sarat dengan pesan moral. Pertama tentu semangat Deni, meski cacat dia anak yang kuat. Deni tetap rajin sekolah dan tidak rendah diri untuk bergaul dengan teman-teman yang bertubuh normal. Berikutnya, adalah persahabatan yang manis antara Deni, Martina dan Siti. Bagaimana mereka saling menguatkan, saling membantu dan saling memotivasi. Dalam buku ini juga digambarkan bagaimana ketiga sahabat ini menyelesaikan konflik dengan sangat indah, ketika Martina dan Siti bertengkar mengenai hadiah yang akan diberikan kepada Mama Deni. Mereka juga menjadi contoh anak-anak yang selalu riang dan gembira membantu orang lain.

‘Anak-Anak Kampung Stroberi’ sangat direkomendasi sebagai bacaan anak yang bermutu. Penulisan dengan menggunakan dua bahasa; Inggris-Indonesia merupakan media efektif untuk mengenalkan dan memperlancar kemampuan Bahasa Inggris pada anak-anak. Kisah dalam buku ini juga akan memperkaya batin anak-anak. Anak-anak akan dikenalkan dengan berbagai karakter orang. Pun berbagai macam emosi; kesedihan, kekecewaan, konflik, empati, harapan, juga kegembiraan. Latar cerita juga bisa membuat anak lebih mengenal alam. Sebuah buku yang sangat kaya dan bisa menjadi sajian yang sangat bergizi bagi anak-anak kita!

*Erawati Tf.
Penulis & Penerjemah*

Tags:

Leave a reply