Dakwah Pembentukan Watak dan Akhlak Ditulis tanggal : 21 - 08 - 2011 | 15:16:10 
Islam adalah agama yang universal, Islam telah memiliki prinsip-prinsip ataupun ajaran-ajaran yang menata segala aspek kehidupan, yang semuanya itu bila dilaksanakan akan menciptakan sebuah tatanan sosial yang baik, menciptakan masyarakat aman, tenteram dan sejahtera. Masyarakat merupakan kumpulan dari berbagai macam individu-individu yang memiliki banyak keberagaman dalam berbagai hal. Untuk menciptakan masyarakat yang baik maka dibutuhkan individu-individu yang baik pula, untuk menciptakan individu-individu yang baik pula maka dibutuhkan dakwah sebagai sarana dalam pembentukan watak dan akhlakul karimah, yang harus dimiliki oleh setiap orang.
Pembentukan Watak dan Akhlak
Da’wah menurut Islam ialah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Tuhan, untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Dalam Al-Qur’an disebutkan
أدع إلى سبيل ربّك بالحكمة و الموعظة الحسنة و جادلهم بالتي
هي أحسن1
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik”
Ayat di atas memerintah kita untuk mengajak manusia kepada jalan Allah jalan yang diridhoiNya, dengan hikmah atau dengan cara yang baik dan bijaksana dan berdiskusi dengan cara yang baik pula, karena kita hendak mengajak manusia kepada kebaikan maka hendaknya mengajaknyapun juga dengan cara yang baik bukan dengan cara yang buruk.
Islam telah menaruh tatanan sosial dalam bermasyarakat baik pribadi, keluarga, maupun dalam kehidupan masyarakat. Dalam pembentukan watak dan akhlak ada beberapa faktor diantaranya adalah keluarga. Keluarga merupakan sarana pertama dalam pembentukan watak dan akhlak, karena setiap individu hidup dalam keluarga.
Oleh karena itu Islam telah memiliki tatanan dalam kehidupan keluarga. Allah telah menetapkan keluarga dalam bentuknya yang luas. Keluarga muslim tidak mengalami kesenjangan generasi karena hidup bersama. Manfaat keluarga bahwa ia menyediakan bagi anggotanya seorang teman yang siap dipilihnya setiap kali. Selalu ada seseorang yang siap diajak bermain, bercanda, berdiskusi, merenung, menangis dll. Ini adalah pra-syarat bagi kesehatan jiwa. Keluarga tidak pernah sepi dari anak-anak, orang dewasa, wanita-wanita, laki-laki, dan orang tua yang lebih bijaksana dan lebih berpengalaman daripada anggota keluarga lainnya
Keluarga memang memaksakan pada setiap anggotanya kedisiplinan dan kerelaan berkorban. Kadang-kadang mengurangi keleluasaan pribadi mereka. Jelas, adalah baik bagi kita untuk berdisiplin dan berkorban secara sukarela untuk orang lain. Dan yang paling baik adalah jika kita belajar disiplin di rumah sendiri, dibimbing oleh orang-orang yang mencintai dan kita cintai.2
Dalam Pergaulan hidup Muslim sehari-hari ada suatu tugas bermasyarakat yang mesti di tunaikan yaitu “memberikan nasehat kepada sesama saudaranya”.
Saling memberi nasehat adalah suatu kewajiban asasi dalam mengamalkan ajaran “amar ma’ruf nahi munkar”, supaya masyarakat hidup dalam suasana yang baik, aman dan tenteram, sehingga tercipta tatanan masyarakat utama (khaira ummah).
“Amar ma’ruf nahi munkar” adalah kewajiban kemanusiaan yang mesti dijalankan dan ditunaikan secara tulus ikhlas dalam kerangka mardhatillah, menurut bingkai “tawashii bil haqqi dan tawashii bis-shabri”, yaitu berwasiat dengan kebenaran (al-haq min rabbika) dan ketabahan (shabar).
Tugas ini tidak mengenal sakit hati. Nasehat mesti berbingkai asih-asuh, dan berisi cinta sejati sesama hidup.
Nasehat kepada kebaikan dan nasehat agar meninggalkan yang dilarang itu, karena “sama-sama ingin masuk surga. Sama-sama ingin terhindar dan neraka. Dan, sama-sama ingin terbebas dari godaan iblis-syaitan”.
Tujuan yang ingin dicapai adalah kehidupan bermartabat kemanusiaan. Hubungan bermasyarakat yang beralas dengan mahabbah dan kasih sayang.
Dalam hal pribadipun Islam memiliki etika-etika yang baik bagi setiap orang dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Misalnya etika bangun tidur
Bangun tidur adalah salah satu bentuk kekuasaan Allah, suatu keadaan bangkit setelah mati. Bangun tidur merupakan permulaan hidup setelah adanya kekosongan, bagaikan membuka lembaran baru yang putih bersih. Dalam Al-Qur’an dikatakan
و هو الذي يتوفاكم بالليل و يعلم ما جرحتم بالنهار ثمّ يبعثكم فيه
ليقضى أجل مسمّى ثمّ إليه مرجعكم ثمّ ينبّئكم بما كنتم تعملون3
“Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepadaNya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Cara bangun tidur yang Islami4
Berusaha bangun pagi sebelum fajar tiba karena memilki faedah kejiwaan dan kesehatan
- Hendaknya terlintas dzikir dan do’a kepada Allah dalam hati ataupun pikiran
- Segera membersihkan diri wudhu dan shalat
- Tidak membiasakan tidur lagi setelah bangun
- Tidak mengulur-ulur waktu untuk shalat
- Hendaknya tenang ketika bangun tidur tidak mengganggu yang lain
Umat Islam adalah sebaik-baiknya umat, yang dilahirkan untuk mengajak orang kepada kebaikan dan mencegah dari yang buruk
كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف و تنهون عن المنكر و تؤمنون بالله5
“ Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
Penutup
Islam telah menaruh aturan-aturan dalam segala hal sampai hal-hal terkecilpun. Dengan menjalankan semua aturan-aturan itu maka akan tercipta individu-individu yang baik, yang selanjutnya menciptakan masyarakat yang baik pula. Oleh karena itu hendaknya kita mengajak seluruh manusia kepada jalan Islam jalan yang penuh dengan kebaikan, jalan yang diridhoi Allah, yang akan membawa kita kepada keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. (Abdul Hakim)
Referensi
|