<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Situs Resmi Forum Lingkar Pena &#187; Resensi</title>
	<atom:link href="http://forumlingkarpena.net/category/dunia-penulisan/resensi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://forumlingkarpena.net</link>
	<description>Pusat Informasi dan Layanan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 07:57:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bukavu: Diam Yang Begitu Gerak</title>
		<link>http://forumlingkarpena.net/2010/06/bukavu-diam-yang-begitu-gerak/</link>
		<comments>http://forumlingkarpena.net/2010/06/bukavu-diam-yang-begitu-gerak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 07:36:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kangdani</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[bukavu]]></category>
		<category><![CDATA[helvy Tiana Rosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumlingkarpena.net/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku: Bukavu
Penulis: Helvy Tiana Rosa
Banyak tragedi kemanusiaan yang terjadi tanpa dapat terekam dengan baik oleh manusia, yang dapat menuturkannya kembali. Mungkin para saksi sejarah itu tidak lagi hidup ketika kondisi memungkinkan untuk menceritakaknya kembali. Atau, mungkin mereka juga terlalu enggan, membuka kembali album hitam yang telah dikubur dalam-dalam.
Tapi alam tak pernah berdusta, mereka menyimpan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku: Bukavu</p>
<p>Penulis: Helvy Tiana Rosa</p>
<p>Banyak tragedi kemanusiaan yang terjadi tanpa dapat terekam dengan baik oleh manusia, yang dapat menuturkannya kembali. Mungkin para saksi sejarah itu tidak lagi hidup ketika kondisi memungkinkan untuk menceritakaknya kembali. Atau, mungkin mereka juga terlalu enggan, membuka kembali album hitam yang telah dikubur dalam-dalam.</p>
<p>Tapi alam tak pernah berdusta, mereka menyimpan seribu peristiwa, merekamnya, lalu menuturkan kembali dalam gejala-gejala kemanusiaan setelahnya. Dalam Kivu Bukavu, Helvy mencoba menggali informasi dari sebuah danau yang menjadi saksi sejarah sebuah peristiwa. Dalam Kivu Buakvu, bahkan Helvy berimprofisasi dengan alam, diajaknya danau bertutur:</p>
<p><em>Kivu, kau yang terindah<br /> Bisik hemingway.<br /> Aku ingin menangis,<br /> Namun danau tak dapat menangis</em></p>
<p>Tentu saja bukan karena Helvy kehilangan ide untuk menghidupkan karakter yang lebih realistis dari hanya sebuah danau, tapi itulah keindahan puitik yang terkadang menjadi representasi sebuah peta sejarah. Baris-baris puisi yang terdapat dalam cerpen berjudul Kivu Bukavu, (hal. 193) dikutip pada sampul depan kumpulan cerpen ini.</p>
<p>Cerpen Pertemuan di Taman Hening, membuka sua pembaca dengan Bukavu (Lingkar Pena Publishing House, Depok, 2008) dan Jaring-jaring Merah, cerpen yang sudah pernah dipentaskan dalam bentuk teater, mengakhiri kumpulan cerpen ini. Dalam hampir setiap halaman Bukavu, terjadi pergantian nilai rasa dalam percakapan dari kurang sopan menjadi lebih sopan.</p>
<p>Perbendaharaan kosa kata yang dimiliki oleh Helvy, rupanya tak disia-siakan dalam Bukavu. Banyak sekali gejolak ego dan emosi dituturkan dengan indah dan rupawan. Meskipun Helvy tidak bermaksud menulis puisi dalam Bukavu, tapi citarasa bahasanya sebagai penyair, cukup berpengaruh dalam menuliskan cerpen-cerpennya, sehingga hasilnya adalah narasi-narasi puitis, yang kadang simbolik, konotatif, dan bermajas, layaknya baris-baris puisi.</p>
<p>Tokoh-tokoh unik baik dari karakter maupun identitas tokoh, mulai bermunculan dari cerpen pertama dalam Bukavu. Pertemuan di Taman Hening. Kas &amp; Sih dengan semua masalah hubungan suami istri yang sangat manusiawi. Dua tokoh yang jika namanya disatukan, maka saya yakin akan menyaingi kepopuleran Rome dan Juliet. Hingga Sih, ditakdirkan Helvy Menjadi perempuan yang hanya bisa meratapi nasibnya dengan imaji. Mencari solusi di taman yang bahkan tak pernah ada.</p>
<p><em>&#8220;Sejuta lelaki yang semuanya entah mengapa adalah Kas tapi tak sepenuhnya Kas. Lelaki-lelaki itu mengatakan mencintainya seperti surga. Kas tak pernah berkata seperti itu. Sih ber-istighfar. Perlahan dihapusnya sisa-sisa airmata yang ada. Dengan gemetar jari-jari kurusnya mulai bergerak di atas mesin tik. Kas tak akan pulang lagi malam ini. Dan Sih, akan pergi ke tempat itu lagi. Ke taman hening&#8221;.</em></p>
<p>Tanpa bermaksud mengungkit luka lama dalam tragedi bom bali, Lelaki kabut dan Boneka yang mendapat Anugerah Pena (2002) ini bertutur dengan deskripsi yang surealis. Meski begitu, pembaca akan dengan mudah mengetahui latar histori realita yang menjadi sumbu dari cerpen ini. Angkara yang digambarakan lewat tokoh aku, seakan mempu membuat hidung kita mencium bau hangus jelaga, ketika peristiwa pemboman itu terjadi.</p>
<p>Cerpen yang berjudul Idis (hal. 21) akan membawa kita seakan menelusuri kembali legenda kepahlawanan masyarakat Kalimantan selatan. Menelusuri belantara hutannya. Merasakan keberanian Gahara, seorang perempuan muda dengan dendam kepada para penjajah.</p>
<p>Lalu Ze, seorang pemuda di Lorosae yang menjadi menjadi korban pembagian wilayah negara. Ketika keberpihakan tak lagi menjadi berharga</p>
<p><em>&#8220;Apa bedanya aku pro atau tidak pada kelompok-kelompokm itu?&#8221; tanya Ze, pelan (hal. 41).</em>&gt;</p>
<p>Sikap lain dari keinginan yang tidak pernah mendapatkan tempat bagi otoritas. Ze tak peduli, merah putihkah, atau bintang terangkah yang berkibar. Ze hanya ingin hidup, dia tak pernah ingin ditembak. Dalam Ze Akan Mati Ditembak (hal. 41)</p>
<p>Membaca Darah Hitam (hal. 69), seperti mendengarkan kembali seorang teman saya yang berasal dari kalimantan dan sebagai seorang anak dari Suku Dayak. Saya mendapatkan visi yang jelas ketika membaca cerpen ini dengan referensi tambahan cerita teman saya tersebut. Deskripsi yang sama, pengalaman yang sama, dalam tragedi yang sama.</p>
<p>Nerang berhasil membuat saya benar-benar merasa muak pada sifat jahat yang bersembunyi dan membela diri dengan alasan mempertahankan tanah leluhur. Karakternya benar-benar mampu memanfaatkan situasi yang buruk demi egonya. Helvy menceritakannya seolah ia adalah perempuan yang bahkan tak mampu mengingat namanya sendiri dalam cerpen tersebut. Sedangkan teman saya menceritakan hal itu dengan sorot matanya yang aneh ketika seorang pedagang sate madura melintas.</p>
<p>Kita akan merasakan puitisasi prosa dalam cerpen-cerpennya yang lain. Ketika Cinta Menemukanmu (hal. 119), Sebab Aku Cinta, Sebab Aku Angin (hal. 129), Lelaki Semesta (hal. 151), Pulang (hal. 183), dan Kivu Bukavu (hal. 193).</p>
<p>Bagi para penikmat karyanya, Helvy cukup familiar menyuguhkan ragam realita dalam setiap cerpen yang ia tulis. Kita seperti menyaksikan sebuah fragmentasi peristiwa dalam visualisasi cerpen-cerpen didalam buku ini. Diam yang begitu gerak. Bahwa kata adalah senjata, difahami betul oleh Helvy. Tak usah heran ketika Anda tengah membaca Bukavu, ada lintasan memori yang menguatkan deskripsinya, mungkin suatu ketika, kita pernah menyaksikan ulasan berita kejadian tersebut di televisi.</p>
<p>Pangkalan Jati, Depok</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumlingkarpena.net/2010/06/bukavu-diam-yang-begitu-gerak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>(Resensi) The Joshua Files : Invisible City : Teori Konspirasi Kiamat 2012</title>
		<link>http://forumlingkarpena.net/2009/12/resensi-the-joshua-files-invisible-city-teori-konspirasi-kiamat-2012/</link>
		<comments>http://forumlingkarpena.net/2009/12/resensi-the-joshua-files-invisible-city-teori-konspirasi-kiamat-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yons Achmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://forumlingkarpena.net/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Judul Buku	: The Joshua Files : Invisible  City
Penulis		: M.G Harris
Penterjemah	: Nina
Penerbit	       : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Cetakan	        : I 2009
Tebal		: 381 Halaman

Anda percaya kiamat terjadi tahun 2012? Saya kira masing-masing dari kita mempunyai jawaban yang berbeda. Kalau saya tidak percaya. Tapi, bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Buku	: The Joshua Files : Invisible  City<br />
Penulis		: M.G Harris<br />
Penterjemah	: Nina<br />
Penerbit	       : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta<br />
Cetakan	        : I 2009<br />
Tebal		: 381 Halaman<br />
<span id="more-228"></span><br />
Anda percaya kiamat terjadi tahun 2012? Saya kira masing-masing dari kita mempunyai jawaban yang berbeda. Kalau saya tidak percaya. Tapi, bagaimana jika ramalan kiamat 2012 itu didedahkan dalam sebuah karya sastra (novel). Ini yang menarik. Sebab, karya sastra walaupun bisa ditulis dengan data-data atau fakta temuan sebuah penelitian, tetap saja ia adalah sebuah karya fiksi. Sebuah karya di mana imajinasi dirayakan secara suka-suka oleh penulis.</p>
<p>Pada titik inilah M.G Harris mengemas isu seksi ramalan kiamat secara cantik dalam sebuah kisah. Seperti kita sering baca atau dengar lewat media, tragedi kiamat yang bakal terjadi pada tahun 2012 kelak, berasal dari ramalan kalender suku Maya di Meksiko. Satu pertanyaan besar, benarkah ramalan tersebut? Alih-alih menjawabnya, sang penulis justru mengajak pembaca lewat novel ini masuk ke dalam dunia teori konspirasi. Sebuah dunia di mana imajinasi mendapatkan tempat di dalamnya.</p>
<p>Mengenai suku Maya kuno sendiri, konon dikenal sebagai suku yang mempunyai teknologi tinggi. Piramid-piramid serta berbagai kota batunya menyebar dari Meksiko hingga ke Guatemala, Belize, dan Honduras. Mereka mencapai puncak kejayaan peradaban kira-kira pada 900 Masehi. Lalu peradaban mereka menghilang secara misterius. Kota-kota besar mereka tinggalkan dan kembali ke hutan. Kalender “Perhitungan Panjang” mereka berakhir pada tanggal 22 Desember 2012.</p>
<p>Kisah dalam novel ini, dimulai dengan awal yang menyentak. Tentang kematian misterius arkeolog Meksiko secara tidak wajar. Anaknya, Josh Garcia tidak terima begitu saja penjelasan kepolisian mengenai kematian ayahnya yang disebutkan sebagai kecelakaan. Melalui sebuah blog “The Joshua Files”, anak berusia 13 tahun penggemar oleh raga beladiri Capoeira ini menuliskan catatan-catatan untuk mencari kebenaran di balik kematian ayahnya. Dan petualangan pun berlangsung.</p>
<p>Teori konspirasi muncul dalam sebuah pertanyaan, kenapa para arkeolog Maya selalu tewas ketika meneliti “kitab” ramalah kiamat itu? Seperti juga dialami ayah Josh. Di situ, disebutkan, sebenarnya ada orang yang entah siapa memanfaatkan kebohongan ini untuk kepentingan sendiri, bisnis salah satunya. Apalagi, “kitab” tersebut yaitu Codex Ix, juga selalu menghilang, tak ada yang menemukan. Setiap kali ada peneliti yang coba-coba mencari tahu, hasilnya selalu tewas.</p>
<p>Entah bagaimana sebenarnya ramalan tentang kiamat itu. Namun, beberapa kalangan di komunitas new age tidak setuju. 22/12/2012 menurut mereka adalah tanggal kelahiran kembali, fajar era kesadaran yang baru. Penelitian boleh sibuk mencari kebenaran sebagai laku akademis. Tapi, pada titik ini, saya menemukan rahasia kreatifitas. Jika, ada yang mengatakan ada kalangan yang memanfaatkan isu ramalan kiamat ini, M.G Harris sendiri melakukannya. Dia membuat produk berupa novel dan menjualnya, begitu juga misalnya pembuat film 2012. Kreatif bukan? Sementara, masyarakat umum hanya bisa mengkonsumsinya (seperti saya).</p>
<p>Tapi, sekedar intermezo soal ramalan kiamat ini, sebenarnya yang paling menyenangkan adalah bagi mereka kalangan “Spiritualis Sufistik”. Mereka tak terlalu ambil pusing dengan ramalan kiamat tersebut, kapan kiamat terjadi tak jadi soal, yang terpenting adalah laku kebajikan terus selalu dikerjakan, tambahan bagi mereka yang muslim, tidak menyekutukanNya. Begitulah kira-kira.</p>
<p>Jadi, bagi Anda penikmat karya sastra, terutama novel, kalau ada waktu luang, baca buku ini, walaupun bergenre novel remaja, lumayan menarik juga, terutama bagi penggemar teori konspirasi dan penyuka sejarah. Selamat membaca. []</p>
<p>*Yons Achmad. Penikmat buku. <a onmousedown="UntrustedLink.bootstrap($(this), &quot;1046115ae7840e14b9f45d169945e760&quot;, event)" rel="nofollow" href="http://penakayu.co.cc/" target="_blank">http://penakayu.co.cc</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://forumlingkarpena.net/2009/12/resensi-the-joshua-files-invisible-city-teori-konspirasi-kiamat-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
