Pesan Amerika untuk Indonesia melalui FLP Ditulis tanggal : 15 - 08 - 2011 | 15:32:22 
You are save in America. Pesan itulah yang seolah ingin disampaikan oleh pihak kedutaan besar Amerika Serikat pada masyarakat Indonesia yang diwakili pengurus dan anggota Forum Lingkar Pena. Bertempat di Rumah Cahaya, Depok, pada Sabtu (13/8), Hillary Dauer, Second Secretary, bidang Islam and Society menjelaskan perkembangan Islam di Amerika. Lelaki Amrika tersebut datang bersama seorang mahasiswi yang tengah menjalani magang di kedutaan besar Amerika Serikat
“Masyarakat Amerika sebagian besar penganut Kristen, Kristen Protestan lebih banyak daripada Katolik dan berbagai aliran Kristen lain,” ujar Hillary dengan bahasa Indonesia khas bule. Lelaki tiga puluhan yang pernah bertugas di Timur Tengah itu juga menyebutkan bahwa muslim di Amerika berjumlah sekitar 7 juta jiwa, lebih besar daripada jumlah penganut agama Yahudi dari berbagai aliran.
Selain memaparkan Islam di Amerika, Hillary juga banyak bertanya mengenai FLP. Rahmadiyanti Rusdi, sekjend FLP memperkenalkan diri untuk pertama kali, bergantian dengan sekitar 30 pengurus dan anggota FLP dari wilayah Jakarta dan cabang Depok, Bogor dan Bekasi. Keragaman latar belakang profesi dan pendidikan pengurus-anggota FLPsangat menarik perhatian Hillary.
Salah satu pertanyaan Hillary adalah bagaimana proses kreatif penulis FLP sehubungan dengan visi-misinya. Setiawati Intan Savitri, selaku ketua umum FLP periode 2009-2013 berbagi pengalamannya menulis buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an. ”Melalui penulisan buku tersebut, saya ingin memberi pencerahan, bahwa dengan melalui hapalan Al-Qur’an sebuah keluarga juga dapat sukses dunia,” jawab Intan Savitri yang juga dikenal dengan nama pena Izzatul Jannah.
Berbagai pertanyaan juga dilontarkan anggota FLP. Mulai dari pendidikan agama dan literasi di Amerika Serikat, peluang bea siswa untuk penulis, sampai keberpihakan Amerika terhadap pembebasan Palestina dari cengkraman Israel. Menjelang Dzuhur pertemuan yang dimulai pada pukul 10.30 WIB itu ditutup dengan pemberian buku-buku karya penulis FLP sebagai kenang-kenangan dan foto bersama. (Koko Nata) |
FLP is my beloved :)