Analisislah Aspek Akses dalam Kesetaraan Gender

Aspek Akses dalam Kesetaraan Gender

Kesetaraan gender merupakan prinsip hak asasi manusia (HAM) yang mendasar, mencakup sejumlah aspek, salah satunya adalah aspek akses. Pemerhati HAM menyoroti ketidaksetaraan dalam kesempatan dan kendali atas sumber daya, ekonomi, kekuasaan, serta partisipasi politik dan pengambilan keputusan antara laki-laki dan perempuan. Artikel ini akan menjelajahi aspek akses dalam konteks kesetaraan gender.

Akses yang Terpinggirkan

Penting untuk memahami bahwa akses dalam kesetaraan gender tidak hanya terbatas pada pemenuhan hak, tetapi juga mencakup peluang yang setara. Terdapat kesenjangan dalam akses terhadap sumber daya dan kebijakan publik, khususnya di tingkat wilayah yang paling rendah. Ini menciptakan beban ganda bagi perempuan, yang memperumit perjalanan menuju kesetaraan.

Diskriminasi dalam Implementasi

Meskipun Indonesia telah memiliki berbagai regulasi terkait kesetaraan gender, implementasinya seringkali diskriminatif, terutama dalam konteks perkawinan dan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat kerangka hukum, tantangan nyata masih ada dalam mengubah norma dan praktik yang menghambat akses yang adil bagi semua.

Bacaan Lainnya

Arah Strategis untuk Kesetaraan

Analisis menyeluruh terhadap instrumen kebijakan menunjukkan bahwa kesetaraan gender seringkali terdilusi dalam komitmen yang dibuat, terutama dalam representasi gender dan alasan untuk menerapkan kesetaraan. Strategi dan tindakan gender seringkali menyempitkan konsep kesetaraan, memerlukan peninjauan mendalam untuk memastikan kesetaraan sejati tercapai.

Baca juga: Apa Kewenangan Komnas HAM Terkait Fungsi Kajian dan Penelitian

Penutup

Dalam perjalanan menuju kesetaraan gender, aspek akses menjadi inti yang tidak boleh diabaikan. Langkah-langkah konkret dan implementasi kebijakan yang adil diperlukan untuk meratakan lapangan dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan setiap individu, tanpa memandang jenis kelamin. Kesetaraan sejati bukan hanya slogan, tetapi suatu realitas yang harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam budaya dan sistem. Melalui pemerhatian HAM, kita dapat terus mendorong agenda kesetaraan menuju masa depan yang lebih adil dan inklusif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *