Analisislah Perolehan Modal Koperasi

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi memiliki berbagai unit usaha untuk memajukan koperasi, dalam hal ini koperasi memerlukan modal untuk menjalankan kegiatan usaha yang ada di koperasi. Modal koperasi adalah sejumlah uang atau barang yang disetor oleh anggota koperasi atau yang diperoleh dari sumber lain yang sah, untuk dipergunakan dalam usaha koperasi. Modal koperasi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan koperasi dalam meningkatkan perolehan sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan bagian dari laba koperasi yang dibagikan kepada anggota sesuai dengan proporsi jasa usaha masing-masing.

Analisis perolehan modal koperasi adalah suatu proses untuk mengkaji sumber, penggunaan, dan pengaruh modal koperasi terhadap perolehan SHU koperasi. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar modal koperasi yang dimiliki, bagaimana modal koperasi tersebut diperoleh dan digunakan, serta bagaimana modal koperasi tersebut berpengaruh terhadap perolehan SHU koperasi. Analisis ini penting dilakukan untuk mengevaluasi kinerja koperasi, mengidentifikasi masalah dan tantangan yang dihadapi koperasi, serta merumuskan strategi dan solusi yang tepat untuk meningkatkan perolehan modal dan SHU koperasi.

Salah satu contoh koperasi yang dapat dianalisis perolehan modalnya adalah Koperasi Karyawan Angkasa Pura (KOPKAR AP) yang bergerak di bidang jasa penerbangan. KOPKAR AP memiliki beberapa unit usaha, seperti kantin, toko, dan laundry. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Virgina et al. (2017), modal KOPKAR AP berasal dari modal sendiri (simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela anggota) dan modal pinjaman (pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lain). Modal KOPKAR AP digunakan untuk membiayai operasional koperasi, membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, dan mengembangkan usaha. Modal KOPKAR AP berpengaruh positif terhadap perolehan SHU koperasi, yaitu sebesar 50%. Namun, perolehan SHU KOPKAR AP mengalami penurunan pada tahun 2015 karena beberapa faktor, seperti tidak mendapatkan tender atau kontrak kerja, menurunnya pendapatan unit usaha kantin, dan kurangnya modal usaha.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Analisis Kegiatan Usaha Koperasi Jasa

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa analisis perolehan modal koperasi adalah suatu proses yang penting untuk dilakukan oleh koperasi untuk mengetahui sumber, penggunaan, dan pengaruh modal koperasi terhadap perolehan SHU koperasi. Modal koperasi merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Oleh karena itu, koperasi harus berusaha untuk meningkatkan modal koperasi dengan cara meningkatkan partisipasi dan loyalitas anggota, mencari sumber modal yang murah dan mudah, serta mengelola modal koperasi secara efisien dan efektif. Koperasi juga harus berinovasi dan berkreativitas dalam mengembangkan unit usaha yang menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan anggota dan masyarakat. Dengan demikian, koperasi dapat meningkatkan perolehan SHU koperasi yang dapat dibagikan kepada anggota sesuai dengan proporsi jasa usaha masing-masing.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *