Contoh Narasi Raport Kurikulum Merdeka

Contoh Narasi Raport Kurikulum Merdeka

Raport adalah salah satu bentuk laporan hasil belajar peserta didik yang disusun oleh guru sebagai bahan evaluasi dan umpan balik bagi peserta didik, orang tua, dan satuan pendidikan. Raport juga merupakan salah satu alat komunikasi antara guru dan orang tua untuk mendukung perkembangan dan pembelajaran peserta didik.

Pada jenjang PAUD, raport tidak hanya memuat informasi mengenai pencapaian hasil belajar peserta didik, tetapi juga memuat informasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Raport PAUD bersifat deskriptif, yaitu berupa narasi atau uraian yang menjelaskan kemampuan, kekuatan, kelemahan, dan potensi anak dalam berbagai aspek.

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang diterapkan pada jenjang PAUD sejak tahun 2022. Kurikulum ini bertujuan untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan kemandirian anak usia dini melalui pendekatan berbasis kegiatan, bermain, dan proyek. Kurikulum Merdeka mengelompokkan capaian pembelajaran anak usia dini menjadi tiga elemen, yaitu:

Bacaan Lainnya
  • Nilai Agama dan Budi Pekerti
  • Jati Diri
  • Dasar-dasar Literasi dan STEAM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni)

Dalam menulis narasi raport kurikulum merdeka, guru perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain:

  • Menggunakan data asesmen harian yang valid dan reliabel sebagai dasar penilaian. Data asesmen harian dapat berupa hasil karya anak, catatan anekdot, hasil observasi guru, kumpulan foto/video, dan lain sebagainya.
  • Menggunakan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami oleh orang tua dan anak. Hindari penggunaan istilah teknis, singkatan, atau kode yang tidak umum.
  • Menggunakan kalimat positif dan afirmatif yang menunjukkan apresiasi, pujian, dan dukungan terhadap perkembangan dan pembelajaran anak. Hindari penggunaan kata-kata negatif, kritik, atau hinaan yang dapat menurunkan rasa percaya diri dan motivasi anak.
  • Menyajikan informasi yang lengkap, akurat, dan objektif mengenai kemampuan, kekuatan, kelemahan, dan potensi anak dalam setiap elemen capaian pembelajaran. Jelaskan juga strategi tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh guru, orang tua, dan anak untuk meningkatkan capaian pembelajaran anak.
  • Menyesuaikan isi dan panjang narasi raport dengan karakteristik dan kebutuhan anak. Tidak perlu menulis narasi raport yang terlalu panjang atau terlalu pendek, tetapi cukup memberikan informasi yang esensial dan relevan.

Berikut ini adalah contoh narasi raport kurikulum merdeka untuk anak usia 5-6 tahun:

Elemen CP Nilai Agama dan Budi Pekerti

Anak menunjukkan sikap percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengenal dan mempraktikkan ajaran pokok sesuai dengan agama dan kepercayaanNya. Anak juga berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan diri sebagai bentuk rasa sayang terhadap dirinya dan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa. Anak menghargai sesama manusia dengan berbagai perbedaannya dan mempraktikkan perilaku baik dan berakhlak mulia. Anak menghargai alam dengan cara merawatnya dan menunjukkan rasa sayang terhadap makhluk hidup yang merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh narasi raport:

Anak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah, seperti berdoa, membaca kitab suci, dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Anak juga dapat menceritakan kisah-kisah teladan dari tokoh agama yang menjadi panutannya. Anak selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, seperti mencuci tangan, menggosok gigi, dan membersihkan meja dan kursi setelah belajar. Anak juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan diri, seperti memilih makanan yang bergizi, berolahraga secara teratur, dan mematuhi aturan lalu lintas. Anak sangat ramah dan sopan dalam berinteraksi dengan teman-temannya, guru, dan orang lain. Anak dapat mengucapkan salam, permisi, terima kasih, dan maaf dengan baik. Anak juga dapat berbagi, bekerja sama, dan menolong teman-temannya yang membutuhkan. Anak sangat mencintai alam dan makhluk hidup. Anak senang menanam dan merawat tanaman di sekolah, seperti bunga, sayur, dan buah. Anak juga senang memberi makan dan memelihara hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, dan burung. Anak selalu berusaha untuk tidak merusak atau menyakiti alam dan makhluk hidup.

Elemen CP Jati Diri

Anak mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi diri serta membangun hubungan sosial secara sehat. Anak mengenal dan memiliki perilaku positif terhadap diri dan lingkungan (keluarga, sekolah, masyarakat, negara, dan dunia) serta rasa bangga sebagai anak Indonesia yang berlandaskan Pancasila. Anak menyesuaikan diri dengan lingkungan, aturan, dan norma yang berlaku. Anak menggunakan fungsi gerak (motorik kasar, halus, dan taktil) untuk mengeksplorasi dan memanipulasi berbagai objek dan lingkungan sekitar sebagai bentuk pengembangan diri.

Contoh narasi raport:

Anak dapat mengenali dan mengekspresikan emosi diri dengan tepat, seperti gembira, sedih, marah, dan takut. Anak juga dapat mengelola emosi diri dengan baik, seperti menenangkan diri, mengalihkan perhatian, dan mencari solusi. Anak dapat membangun hubungan sosial yang sehat dengan teman-temannya, guru, dan orang lain. Anak dapat menghormati perbedaan pendapat, menyelesaikan konflik secara damai, dan menghargai hak dan kewajiban orang lain. Anak memiliki rasa percaya diri dan mandiri dalam melakukan berbagai kegiatan. Anak juga memiliki rasa tanggung jawab dan disiplin dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. Anak menunjukkan rasa cinta dan peduli terhadap diri dan lingkungan. Anak dapat mengenali dan menghargai identitas keluarga, budaya, dan bangsa. Anak juga dapat menyebutkan dan menjalankan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, aturan, dan norma yang berlaku di sekolah, rumah, dan masyarakat. Anak dapat mengikuti jadwal, rutinitas, dan prosedur yang ditetapkan. Anak juga dapat menghormati simbol-simbol negara, seperti bendera, lambang, dan lagu kebangsaan. Anak memiliki kemampuan gerak yang baik. Anak dapat melakukan berbagai aktivitas fisik, seperti berlari, melompat, memanjat, dan bersepeda. Anak juga dapat melakukan berbagai aktivitas motorik halus, seperti menggambar, menulis, dan memotong. Anak juga dapat menggunakan indera taktil untuk mengeksplorasi dan memanipulasi berbagai objek dan lingkungan sekitar, seperti pasir, tanah, air, dan kain.

Elemen CP Dasar-dasar Literasi dan STEAM

Anak mengenali dan memahami berbagai informasi, mengomunikasikan perasaan dan pikiran secara lisan, tulisan, atau menggunakan berbagai media serta membangun percakapan. Anak menunjukkan minat, kegemaran, dan berpartisipasi dalam kegiatan pr.

Anak menunjukkan minat, kegemaran, dan berpartisipasi dalam kegiatan pra-literasi, seperti mendengarkan dan menceritakan cerita, mengenal huruf dan bunyi, serta membaca dan menulis sederhana. Anak juga menunjukkan minat, kegemaran, dan berpartisipasi dalam kegiatan STEAM, yaitu kegiatan yang mengintegrasikan konsep dan keterampilan sains, teknologi, rekayasa, dan seni. Anak dapat mengamati, mengeksplorasi, dan menemukan berbagai fenomena alam dan buatan manusia. Anak juga dapat mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan berbagai cara dan alat.

Contoh narasi raport:

Anak sangat suka bermain dengan buku, majalah, koran, dan media lainnya. Anak dapat mendengarkan dan menceritakan cerita dengan lancar, baik yang berasal dari buku maupun dari imajinasinya sendiri. Anak juga dapat mengenal dan menulis huruf dan bunyi dengan benar, serta membaca dan menulis kata-kata sederhana. Anak juga senang bermain dengan angka, bentuk, warna, dan ukuran. Anak dapat menghitung, mengurutkan, mengelompokkan, dan membandingkan berbagai objek dengan menggunakan konsep matematika dasar. Anak juga senang berkegiatan STEAM, seperti melakukan percobaan sains, membuat karya seni, dan merancang proyek. Anak dapat mengamati dan mengeksplorasi berbagai fenomena alam dan buatan manusia, seperti cuaca, tanaman, hewan, listrik, magnet, dan robot. Anak juga dapat mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan menyelesaikan masalah dengan menggunakan berbagai cara dan alat, seperti berpikir kritis, berpikir kreatif, berkolaborasi, dan berkomunikasi.

Baca juga: Jelaskan Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kualitas Penduduk

Penutup

Demikianlah contoh narasi raport kurikulum merdeka untuk anak usia 5-6 tahun. Narasi raport ini dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan anak masing-masing. Narasi raport ini juga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi dan umpan balik bagi guru, orang tua, dan anak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam menulis narasi raport kurikulum merdeka. Terima kasih. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *