Melemahnya kekuatan Politik dan Peradaban Islam diawali dengan

Melemahnya kekuatan Politik dan Peradaban Islam diawali dengan

Islam adalah agama yang memiliki sejarah yang panjang dan gemilang. Sejak diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul, Islam telah mengalami perkembangan yang pesat di berbagai bidang, seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan. Islam telah mencapai puncak kejayaannya pada masa Daulah Abbasiyah, yang merupakan dinasti kedua yang memimpin umat Islam setelah Daulah Umayyah.

Daulah Abbasiyah berdiri pada tahun 132 H/750 M dan berakhir pada tahun 656 H/1258 M. Selama kurang lebih 500 tahun, Daulah Abbasiyah berhasil membawa Islam ke puncak kemuliaan. Daulah Abbasiyah memiliki ibu kota di Baghdad, yang menjadi pusat peradaban dan kebudayaan dunia pada saat itu. Di Baghdad, berkembang berbagai macam ilmu pengetahuan, seperti matematika, astronomi, kedokteran, filsafat, sastra, dan sebagainya. Daulah Abbasiyah juga berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencakup sebagian besar Asia, Afrika, dan Eropa.

Namun, kejayaan Islam tidak bertahan selamanya. Daulah Abbasiyah mengalami kemunduran yang sangat besar, yang berdampak pada melemahnya kekuatan politik dan peradaban Islam. Melemahnya kekuatan politik dan peradaban Islam diawali dengan:

Bacaan Lainnya

A. Perang Salib
B. Jatuhnya Baghdad ke tangan Mongol
C. Penaklukan Spanyol oleh bangsa Kristen
D. Munculnya gerakan Wahabi

Jawaban yang benar adalah B. Jatuhnya Baghdad ke tangan Mongol.

Penjelasan:

Jatuhnya Baghdad ke tangan Mongol adalah peristiwa yang sangat tragis dan menyedihkan bagi umat Islam. Peristiwa ini terjadi pada tahun 656 H/1258 M, ketika tentara Mongol yang dipimpin oleh Hulagu Khan menyerbu dan menghancurkan Baghdad. Khalifah Al-Musta’shim, penguasa terakhir Daulah Abbasiyah, tidak mampu membendung serangan Mongol dan akhirnya menyerah. Tentara Mongol membantai seluruh penduduk Baghdad, termasuk khalifah dan keluarganya. Selain itu, mereka juga membakar dan merusak berbagai bangunan, termasuk masjid, madrasah, perpustakaan, dan rumah sakit. Banyak karya ilmiah dan budaya Islam yang hilang dan musnah akibat peristiwa ini.

Jatuhnya Baghdad ke tangan Mongol bukan hanya mengakhiri kekuasaan Daulah Abbasiyah, tetapi juga merupakan awal dari masa kemunduran politik dan peradaban Islam. Dengan runtuhnya Baghdad, pusat peradaban dan kebudayaan Islam pun lenyap. Umat Islam kehilangan otoritas dan kewibawaan politiknya. Selain itu, umat Islam juga mengalami kemerosotan di bidang ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, dan budaya. Umat Islam menjadi terpecah-pecah dan lemah di hadapan bangsa-bangsa lain yang mulai bangkit dan berkembang.

Melemahnya kekuatan politik dan peradaban Islam tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, seperti serangan Mongol, tetapi juga oleh faktor internal, seperti perpecahan, taqlid, dan jauhnya umat Islam dari ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karena itu, umat Islam perlu belajar dari sejarah dan mengambil hikmah dari peristiwa-peristiwa yang terjadi. Umat Islam perlu bersatu, berjuang, dan berinovasi untuk mengembalikan kejayaan Islam di dunia. Umat Islam perlu kembali kepada sumber-sumber Islam yang murni dan mengamalkannya dengan benar. Umat Islam perlu menghidupkan semangat ilmu dan jihad untuk menghadapi tantangan zaman.

Baca juga: Apakah yang mendasari sikap persatuan dalam memperjuangkan kemerdekaan?

Demikian artikel yang saya buat tentang melemahnya kekuatan politik dan peradaban Islam. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan Anda tentang sejarah Islam. Terima kasih telah membaca artikel ini. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *