Pendidikan Multikultural dianggap dapat mengembangkan Toleransi karena

pendidikan multikultural dianggap dapat mengembangkan toleransi karena

Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang menanamkan pentingnya menghargai heterogenitas, baik suku, budaya, etnis, dan sebagainya. Pendidikan ini termasuk pendidikan yang penting untuk diterapkan sejak dini pada anak-anak agar mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang toleransi terhadap keberagaman. Pendidikan multikultural bisa diberikan secara langsung oleh sekolah melalui guru maupun diterapkan oleh orang tua di rumah.

Pendidikan multikultural memiliki tujuan, fungsi, manfaat, dan dimensi-dimensi yang harus diberikan oleh guru dan orang tua. Tujuan pendidikan multikultural adalah untuk memaksimalkan fungsi sekolah dalam menghadapi keberagaman peserta didiknya, melatih peserta didik dalam bersikap positif terhadap keberagaman suku, etnis, budaya, dan kelompok yang berbeda dengan dirinya, mengasah keterampilan sosial peserta didik dalam berinteraksi di lingkungan yang heterogen, mengajarkan peserta didik akan pentingnya keberagaman dan cara menghargai perbedaan, serta melatih peserta didik untuk menerapkan hidup damai dalam keberagaman.

Fungsi pendidikan multikultural adalah sebagai langkah penguatan karakter pada peserta didik, sebagai upaya untuk mengajarkan pada peserta didik bahwa konflik itu selalu ada, sehingga mereka bisa mengedepankan perilaku positif di tengah keberagaman, serta sebagai upaya pembinaan akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa yang di dalamnya memuat keberagaman.

Bacaan Lainnya

Manfaat pendidikan multikultural adalah sebagai berikut: peserta didik bisa bebas mengekspresikan kreativitasnya tanpa khawatir mendapatkan perlakuan diskriminasi; peserta didik terlatih untuk menyikapi berbagai keragaman di lingkungan sekitar; peserta didik termotivasi untuk menjadi agen perubahan sosial yang nantinya bisa menghapuskan tindakan rasial maupun etnosentrisme.

Dimensi-dimensi pendidikan multikultural adalah sebagai berikut: dimensi integrasi adalah dimensi yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda; dimensi konstruksi adalah dimensi yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk membangun makna bersama dari pengalaman-pengalaman bersama; dimensi pengurangan prasangka adalah dimensi yang berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk mengurangi sikap negatif terhadap kelompok lain; dimensi pendidikan yang sama adalah dimensi yang berkaitan dengan kesempatan belajar yang sama bagi semua siswa tanpa membedakan perbedaan; serta dimensi pemberdayaan budaya sekolah dan struktur sosial adalah dimensi yang berkaitan dengan upaya-upaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan multikultural dianggap dapat mengembangkan toleransi karena dapat membentuk sikap positif terhadap perbedaan budaya. Toleransi adalah sikap hormat dan penghargaan terhadap hak-hak orang lain tanpa harus setuju atau menyukai mereka. Toleransi juga berarti menerima adanya perbedaan tanpa harus merasa superior atau inferior terhadap kelompok lain. Toleransi dapat membantu kita untuk hidup damai dan harmonis dengan sesama manusia.

Baca juga: Jelaskan Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kualitas Penduduk

Pendidikan multikultural dapat membentuk toleransi karena dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar tentang keragaman budaya. Dengan belajar tentang keragaman budaya, siswa dapat mengetahui sejarah, nilai-nilai, adat istiadat, bahasa, seni, agama, dan lain-lain dari kelompok-kelompok budaya lain. Dengan demikian, siswa dapat memahami latar belakang dan alasan dari perilaku-peril

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *