Pengolahan Minyak Bumi Menjadi Fraksi Fraksinya dilakukan dengan Cara

Pengolahan Minyak Bumi

Minyak bumi adalah salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Minyak bumi merupakan campuran cairan yang terdiri dari berbagai senyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang mengandung unsur karbon dan hidrogen. Minyak bumi terbentuk dari pelapukan sisa-sisa organisme, seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang sudah tertimbun dalam dasar lautan bersama lumpur selama jutaan tahun. Minyak bumi sering disebut sebagai bahan bakar fosil, karena berasal dari fosil makhluk hidup.

Minyak bumi yang diperoleh dari pengeboran di dalam bumi masih berupa minyak mentah, yang belum dapat digunakan secara langsung. Minyak mentah harus diolah terlebih dahulu menjadi berbagai produk yang memiliki manfaat bagi manusia, seperti bensin, solar, kerosin, aspal, lilin, plastik, dan lain-lain. Proses pengolahan minyak mentah menjadi produk-produk tersebut disebut dengan pengolahan minyak bumi menjadi fraksi fraksinya.

Pengolahan minyak bumi menjadi fraksi fraksinya dilakukan dengan cara … ?

Bacaan Lainnya

A. Pemisahan fraksionasi atau penyulingan fraksionasi
B. Pemisahan magnetik atau pemisahan berdasarkan sifat kemagnetan
C. Pemisahan sentrifugasi atau pemisahan berdasarkan perbedaan massa jenis
D. Pemisahan filtrasi atau pemisahan berdasarkan ukuran partikel

Jawaban yang benar adalah A. Pemisahan fraksionasi atau penyulingan fraksionasi. Proses ini melibatkan pemanasan minyak mentah pada tekanan atmosfer di dalam sebuah distilasi kolom. Di dalam distilasi kolom, terdapat beberapa tingkat atau lantai yang memiliki suhu yang berbeda-beda. Suhu di bagian atas distilasi kolom lebih rendah daripada suhu di bagian bawah. Minyak mentah yang dipanaskan akan menguap dan naik ke atas distilasi kolom. Uap minyak mentah yang memiliki titik didih rendah akan mencapai lantai yang lebih tinggi, sedangkan uap minyak mentah yang memiliki titik didih tinggi akan mencapai lantai yang lebih rendah. Uap minyak mentah yang mencapai lantai tertentu akan mengembun dan menghasilkan cairan minyak bumi yang disebut fraksi. Fraksi-fraksi minyak bumi memiliki rentang titik didih tertentu dan komposisi senyawa hidrokarbon yang berbeda-beda.

Fraksi-fraksi minyak bumi yang dihasilkan dari proses pemisahan fraksionasi antara lain adalah:

  • Fraksi pertama, yang memiliki titik didih antara 20°C hingga 60°C, menghasilkan gas alam, yang terdiri dari metana, etana, propana, dan butana. Gas alam digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga, industri, dan pembangkit listrik.
  • Fraksi kedua, yang memiliki titik didih antara 60°C hingga 100°C, menghasilkan petroleum eter, yang digunakan sebagai pelarut organik dan bahan pembuat bensin.
  • Fraksi ketiga, yang memiliki titik didih antara 100°C hingga 150°C, menghasilkan bensin, yang digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor bensin.
  • Fraksi keempat, yang memiliki titik didih antara 150°C hingga 250°C, menghasilkan kerosin, yang digunakan sebagai bahan bakar pesawat terbang, lampu minyak, dan mesin diesel.
  • Fraksi kelima, yang memiliki titik didih antara 250°C hingga 350°C, menghasilkan gas oil, yang digunakan sebagai bahan bakar mesin diesel, pemanas, dan pembangkit listrik.
  • Fraksi keenam, yang memiliki titik didih antara 350°C hingga 500°C, menghasilkan minyak berat, yang digunakan sebagai bahan bakar kapal laut, lokomotif, dan industri.
  • Fraksi ketujuh, yang memiliki titik didih di atas 500°C, menghasilkan residu, yang digunakan sebagai bahan pembuat aspal, lilin, dan pelumas.

Proses pemisahan fraksionasi tidak dapat menghasilkan fraksi-fraksi minyak bumi dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Misalnya, fraksi bensin yang dihasilkan dari proses ini masih sangat sedikit, padahal permintaan bensin sangat tinggi. Oleh karena itu, fraksi-fraksi minyak bumi yang dihasilkan dari proses pemisahan fraksionasi harus diolah lebih lanjut dengan proses-proses lain, seperti cracking, reforming, polimerisasi, treating, dan blending.

Cracking adalah proses pemecahan senyawa hidrokarbon rantai panjang menjadi senyawa hidrokarbon rantai pendek dengan menggunakan katalis dan pemanasan. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah fraksi bensin dan gas alam dari fraksi minyak berat dan residu.

Reforming adalah proses perubahan struktur senyawa hidrokarbon rantai lurus menjadi senyawa hidrokarbon rantai bercabang atau siklik dengan menggunakan katalis dan pemanasan. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas fraksi bensin dari fraksi kerosin dan gas oil.

Polimerisasi adalah proses penggabungan senyawa hidrokarbon rantai pendek menjadi senyawa hidrokarbon rantai panjang dengan menggunakan katalis dan pemanasan. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah fraksi kerosin dan gas oil dari fraksi gas alam dan petroleum eter.

Treating adalah proses penghilangan senyawa-senyawa pengotor yang terdapat dalam fraksi-fraksi minyak bumi, seperti belerang, oksigen, nitrogen, dan logam. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas fraksi-fraksi minyak bumi dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Blending adalah proses pencampuran fraksi-fraksi minyak bumi yang memiliki sifat-sifat tertentu untuk menghasilkan produk-produk yang sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan. Proses ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mengoptimalkan pemanfaatan fraksi-fraksi minyak bumi.

Baca juga: Revolusi Bumi mengakibatkan terjadinya perbedaan

Demikianlah artikel tentang pengolahan minyak bumi menjadi fraksi fraksinya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang minyak bumi dan produk-produknya. Terima kasih telah membaca artikel ini sampai selesai. Selamat belajar dan semoga sukses!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *